Sabtu, 05 September 2015

Lubang Hati


Dari benci menjadi cinta dan

Dari cinta lagi yang membuat kebencian

Begitu lah wujud nyata dari cinta

Seolah membernarkan hatipun takluk.

Tak berdaya dikuasai yang namanya kebesaran cinta

Toh ketika semua diam tanpa ada jawab

Hanya diriku yang terus maju

Mematikan si buas berontak dari masa lalu,

Hingga titik penghabisan

Tanpa ada perlawanan yang berarti.





Gelap Menuju Cahaya

Sekarang berbeda jauh tak seperti kemarin

Jauh lebih baik dengan cahaya bulan yang menyinari

Bintang-bintang ikut bersaing menerangi malam

Se akan berlomba ingin menunjukkan kerlip cahayanya

Jauh dari keramaian......

Perlahan luka itupun ikut tenggelam bersama sinar surya

Kawan, cobalah tuk nikmati malam

Satu padu dengan kemilau cahaya senja.

Dan bersua, karena esok bukan kemarin.